Perkembangan Pasar Modal Syariah Di Indonesia

Perkembangan Pasar Modal Syariah Di Indonesia – Seperti yang kita ketahui, Covid-19 telah mempengaruhi aktivitas semua orang di seluruh dunia secara politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Di bidang ekonomi nasional, pasar modal syariah juga terpengaruh, dan segala aktivitasnya berubah dari ketentuan atau kebijakannya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat jatuh ke rekor terendah. Namun, menjelang akhir tahun 2021, pasar modal akhirnya pulih dari dampak pandemi.

Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan PT. Danareksa Investment Management sedang mengerjakan peluncuran Jakarta Islamic Index yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menginvestasikan dananya sesuai syariah. Pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan masalah umum dan perdagangan efek, perusahaan publik terkait dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang terkait dengan efek (UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal). Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pasar modal syariah merupakan kegiatan pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Perkembangan Pasar Modal Syariah Di Indonesia

Menurut saya, berdasarkan hasil riset saya di data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekuritas syariah yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 45,95% di masa pandemi yang meningkat menjadi 1.060.704 investor, kinerja pasar modal syariah , pertumbuhan investor di pasar modal syariah di masa pandemi cukup signifikan, sebagaimana data yang telah dipaparkan sebelumnya menunjukkan indikator yang membaik. Lebih lanjut, hal ini didukung oleh data yang disampaikan OJK mengenai kepemilikan reksa dana syariah yang meningkat signifikan sebesar 66,69% ​​dengan 805.867 investor, dan kepemilikan sukuk institusi yang meningkat sebesar 26,68% dengan 945 investor.

Perkembangan Ekonomi Syariah Di Indonesia

Hal ini juga dapat didukung dengan statistik produksi 29 Oktober 2021, data menunjukkan nilai modal saham syariah sebesar 3,683 triliun rupiah, Rp. 34,98 triliun penerbitan sukuk korporasi, Rp. 1.152 menunjukkan penerbitan sukuk pemerintah. triliun dan nilai aktiva bersih reksa dana syariah sebesar Rp40,95 triliun.

Dalam hal ini, menurut saya, untuk mempertahankan perkembangannya, pemerintah dan para pemangku kepentingan sektor keuangan syariah sangat dibutuhkan, oleh karena itu peran pasar modal syariah sebagai sumber alternatif untuk lebih memajukan industri syariah sangat diperlukan. penting. Pembiayaan bagi pelaku usaha di industri Halal untuk menerapkan konsep halal value chain.

Kemudian menurut saya langkah selanjutnya adalah sosialisasi dan edukasi yang intensif untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal syariah. Jadi saya melihat banyak influencer menggunakan media sosial untuk menarik perhatian audiens. Dalam akuisisi nasabah, media sosial juga dapat digunakan untuk mengedukasi tentang keberadaan dan pentingnya investasi syariah. Selain itu, menurut saya, pemerintah dapat mendesain ulang produk pasar modal syariah untuk memenuhi kebutuhan masing-masing produk pasar modal syariah.

Demikian pendapat saya tentang efek ekuitas syariah, semoga pasar modal syariah di Indonesia dapat terus berkembang dan semoga tulisan saya bermanfaat bagi anda yang membacanya!

Pdf) Melacak Investasi Syariah: Studi Perkembangan Sukuk Bagi Pasar Modal Syariah Di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like